Beniyanto Tamoreka: Prioritaskan Gas Bumi Untuk Industri Nasional, Langkah Pemerintah Percepat Hilirisasi

Berita Golkar – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Beniyanto Tamoreka mendukung langkah pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang memprioritaskan pemanfaatan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, termasuk melalui penyesuaian sebagian pasokan ekspor gas ke Singapura.

Menurutnya, kebijakan tersebut langkah strategis dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional sekaligus mendukung percepatan hilirisasi industri.

“Sudah saatnya sumber daya energi yang kita miliki memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian nasional. Saat kebutuhan gas untuk pembangkit listrik dan industri dalam negeri meningkat, pemerintah harus memastikan kepentingan nasional menjadi prioritas utama,” ujar Beniyanto di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Legislator Partai Golkar asal dapil Sulawesi Tengah itu menilai kebijakan pengurangan ekspor gas sebesar 31 miliar British thermal unit per hari (BBTUD), atau sekitar 8 persen dari total pasokan gas pipa Indonesia ke Singapura, merupakan langkah yang dapat dipahami dalam rangka menjaga kebutuhan energi domestik. Terlebih, pemerintah telah menegaskan bahwa penyesuaian tersebut tetap berada dalam batas ketentuan kontrak yang berlaku.

“Indonesia tentu harus menghormati setiap perjanjian kerja sama internasional. Namun, kita juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebutuhan energi nasional terpenuhi. Selama dilakukan sesuai ketentuan, kebijakan ini mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan ekonomi dalam negeri,” tegas Bendahara Balitbang DPP Partai Golkar ini.

Beniyanto menekankan bahwa ketersediaan gas bumi dengan pasokan yang andal dan harga kompetitif merupakan faktor penting bagi keberlanjutan industri pengolahan dan hilirisasi sumber daya alam. Menurutnya, penguatan pasokan energi domestik juga akan memberikan kepastian bagi dunia usaha, meningkatkan daya saing industri, serta mendorong penciptaan lapangan kerja dan nilai tambah ekonomi nasional.

“Pengembangan hilirisasi membutuhkan dukungan energi yang memadai dan berkelanjutan. Jangan sampai kita memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, tetapi industri pengolahannya justru menghadapi keterbatasan energi. Karena itu, kebijakan ini harus diikuti dengan penguatan infrastruktur dan distribusi gas agar manfaatnya benar-benar dirasakan sektor industri,” kata Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Banggai ini.

Lebih lanjut, Beniyanto mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang dinilainya konsisten mendorong penguatan kemandirian dan kedaulatan energi nasional. Ia menegaskan bahwa Komisi XII DPR RI akan terus mendukung sekaligus mengawasi kebijakan energi agar sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945 dan agenda Asta Cita.

“Kita ingin kekayaan energi Indonesia tidak hanya menghasilkan penerimaan dari ekspor, tetapi juga menjadi penggerak industrialisasi, investasi, dan kesejahteraan masyarakat. Itulah esensi kedaulatan energi yang harus terus kita perjuangkan,” pungkasnya. []