Bandung Makin Kehilangan Ruang Hijau, Nurul Arifin Dorong Pemerintah Perkuat Perlindungan Pohon

Berita Golkar Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar daerah pemilihan Kota Bandung-Kota Cimahi, Nurul Arifin mendorong Pemerintah bertindak mengatasi berbagai masalah lingkungan di Kota Bandung.

Dikatakan Nurul, Kota Bandung saat ini menghadapi berbagai masalah lingkungan, mulai dari perusakan sejumlah pohon di Jalan Pahlawan hingga kondisi Jalan Jenderal Sudirman yang kini dinilai kumuh dan tidak terawat.

Nurul mengaku prihatin dengan kondisi dua pohon di Jalan Pahlawan yang tidak dapat diselamatkan setelah mengalami vandalisme dengan cara dikuliti hingga disiram air aki.

Menurutnya, merawat pohon hingga tumbuh besar bukan perkara mudah. Terlebih, keberadaan pohon-pohon besar selama ini menjadi bagian dari identitas Kota Bandung.

“Menanam pohon itu tidak mudah. Apalagi untuk menjadi besar dan kemudian bisa menjadi salah satu unsur keindahan Kota Bandung,” ujar Nurul, saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Senin (24/8/2026), dikutip dari TribunNews.

Nurul menilai, perusakan pohon merupakan bentuk kemunduran di tengah gerakan penghijauan yang semakin digaungkan.

Nurul juga mempertanyakan motif di balik perusakan pohon tersebut. Ia tidak menutup kemungkinan adanya maksud tertentu di balik tindakan itu, meski belum mengetahui secara pasti.

“Kalau saya melihatnya apakah ini murni memang pengen motongin pohon itu ataukah ada tindakan-tindakan, ada maksud lain, termasuk maksud politik dan sebagainya. Cuma saya sangat menyayangkan,” katanya.

Nurul menilai Kota Bandung yang dahulu dikenal sebagai Kota Kembang, kini justru menghadapi persoalan berkurangnya ruang hijau.

Nurul pun mendorong Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar membuat aturan yang lebih tegas, untuk melindungi serta memelihara pohon-pohon tua yang masih ada.

Nurul juga meminta pendataan pohon di Kota Bandung dilakukan secara serius, mulai dari jumlah hingga jenis pohonnya.

Menurut Nurul, pemerintah tidak cukup hanya menanam pohon baru. Perawatan setelah penanaman juga harus menjadi perhatian, termasuk penyiraman dan pemberian pupuk.

“Menanam kembali yang sudah mati ditanam, dan juga bukan cuma menanam tapi merawat. Karena harus menyiram, kasih pupuk,” ucapnya.

Nurul mencontohkan, Kota Surabaya yang menurutnya berhasil mengubah kondisi kota dari yang sebelumnya minim pepohonan menjadi lebih hijau.

Nurul berharap kondisi serupa dapat dilakukan di Kota Bandung yang sejak awal telah memiliki banyak pohon besar.

Selain persoalan pohon, Nurul turut menyoroti kondisi Jalan Jenderal Sudirman yang kini terlihat kumuh dan berantakan. Padahal, kawasan tersebut sebelumnya telah ditata sehingga terlihat lebih asri dan nyaman.

“Iya, ini juga masih terkait dengan lingkungan. Lingkungan kemudian kecantikan Kota Bandung yang sudah terkenal,” katanya.

Nurul menilai, persoalan kebersihan dan perawatan fasilitas publik harus menjadi perhatian pemerintah. Sebab, pembangunan kawasan tanpa diikuti perawatan hanya akan membuat fasilitas kembali rusak.

Nurul juga menyinggung sejumlah kawasan lain di Kota Bandung yang dinilai mengalami kondisi serupa, termasuk kawasan Jalan Merdeka.

Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk kembali menata wajah Kota Bandung agar lebih bersih, hijau, dan nyaman.

“Momentum ini bisa dipakai, jadi bukan cuma kita membangun, membuat, tapi nggak bisa merawat. Dengan tamannya, dengan kursinya, dengan lampunya. Sekarang rusak dibiarin, jangan kayak begitu, sayang,” ucapnya. []