Geliat Putra Timur menjadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi

Berita Golkar – Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat dan menteri pada jajaran Kabinet Merah Putih di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis siang. Salah satu di antaranya adalah Bahlil Lahadalia.

Saat dipanggil, Bahlil masih menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Setibanya di Kompleks Istana Kepresidenan, ia mengonfirmasi kepada awak media bahwa dirinya dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengemban tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus merangkap jabatan sebagai Menteri ESDM.

“Memang saya dapat telepon dari Pak Seskab (Sekretaris Kabinet), untuk Menko merangkap Menteri ESDM. Kita jalankan semua tugas dari Bapak Presiden,” kata Bahlil, dikutip dari AntaraNews.

Nama Bahlil Lahadalia sudah tidak asing bagi publik, mengingat berbagai kebijakannya berdampak langsung hingga ke tingkat akar rumput.

Selama menjabat sebagai Menteri ESDM, sejumlah kebijakan mewarnai perjalanan kariernya. Kebijakan tersebut di antaranya perbaikan tata kelola distribusi LPG 3 kg agar subsidi lebih tepat sasaran, implementasi biodiesel B50 untuk meningkatkan ketahanan energi, pemangkasan kuota produksi melalui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) mineral dan batu bara guna mendongkrak harga komoditas tambang di pasar internasional, hingga pembukaan keran impor minyak mentah dari Rusia.

Selain karena kebijakannya, ia juga dikenal masyarakat berkat personalianya yang populer di media sosial melalui lagu “Mas Bahlil Ganteng”.

Lahir dari rahim ART

Dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku “10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia” pada 7 Agustus 2026, yang sekaligus merupakan hari ulang tahunnya yang ke-50, politikus kelahiran Banda, Maluku, itu menyatakan dirinya tidak pernah merasa menyesal, malu, maupun minder karena lahir dari rahim seorang pembantu rumah tangga (ART).

“Saya tidak pernah menyesal lahir dari rahim kandungan wanita yang pembantu rumah tangga. Saya tidak pernah merasa minder,” kata Bahlil.

Bahlil mengatakan ibunya berjasa menanamkan berbagai nilai kehidupan, antara lain persaudaraan, menghargai orang lain, kejujuran, loyalitas, dan kerja keras.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil mengenang masa remajanya saat duduk di bangku SMP. Kala itu, ia sekolah sembari bekerja sebagai kondektur angkutan kota.

​Ia menceritakan momen ketika dimarahi ayahnya sepulang bekerja dari terminal, lalu ditanya mengenai cita-cita dan masa depannya.

“Tertanam di hati saya, suatu saat saya akan memberikan jawaban yang terbaik kepada kedua orang tua saya,” kata Bahlil.

Selama berkuliah, Bahlil aktif berorganisasi. Ia menjadi pengurus senat mahasiswa dan bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hingga dipercaya menjabat sebagai Bendahara Umum PB HMI.

Setelah menyelesaikan kuliah, Bablil sempat bekerja di beberapa perusahaan, salah satunya kantor konsultan keuangan.

Berbekal pengalaman organisasi dan karier awal dengan gaji tinggi, ia memberanikan diri untuk mengundurkan diri dan mendirikan perusahaannya sendiri. Keputusan tersebut menjadi titik awal kesuksesannya di dunia usaha.

​Kini, Bahlil membawahi 10 perusahaan di berbagai sektor yang berada di bawah naungan PT Rifa Capital sebagai induk perusahaan (holding company).

Menurut Bahlil, berbagai pengalaman hidup tersebut turut membentuk perjalanan dirinya. Ia tumbuh sebagai pengusaha dari timur dan pernah memimpin Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) sebagai Ketua Umum periode 2015–2019.

Tak hanya berkiprah di dunia usaha, ia pun melebarkan sayap untuk merambah panggung politik dan pemerintahan.

Karier politik dan pemerintahan

Pada 23 Oktober 2019, Bahlil Lahadalia dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Pada masa awal kepemimpinannya, realisasi investasi Indonesia berada di angka Rp795 triliun. Angka tersebut lantas melonjak hingga Rp1.418 triliun pada akhir 2023.

Kemudian, pada tahun 2024, di bawah arahan Presiden Joko Widodo, Kementerian Investasi/BKPM ditargetkan untuk mencapai realisasi investasi sebesar Rp1.650 triliun. Target ambisius ini dirancang untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di atas 5 persen.

Pada kuartal II 2024, total investasi yang masuk sudah mencapai Rp428,4 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 22,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyerapan tenaga kerja juga meningkat, dengan lebih dari 677.623 orang yang mendapatkan pekerjaan baru melalui berbagai proyek investasi.

Setelah empat tahun berfokus di bidang investasi, Bahlil Lahadalia resmi dilantik sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 19 Agustus 2024.

​Tak lama berselang, ia terpilih dan dilantik sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada 21 Agustus 2024. Bahlil sendiri memiliki rekam jejak panjang di partai tersebut; ia sempat menjadi kader Golkar sebelum mengundurkan diri pada 2009, hingga akhirnya kembali bergabung pada 2024.

​Kini, per 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Bahlil sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Pelantikan tersebut berlangsung bersamaan dengan sejumlah pejabat lainnya, antara lain Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) serta Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Selain itu, Presiden juga melantik Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian, Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri, dan Komjen Pol. Dedy Prasetyo sebagai Kepala Badan Reformasi Agraria Nasional.

​Pelantikan sejumlah pejabat negara ini merupakan bagian dari perombakan kabinet (reshuffle) ke-7 dalam dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. []