Gubernur Lemhanas Ace Hasan Ingatkan Kepala Daerah: Jangan Tutup Mata terhadap Geopolitik Indo-Pasifik

Berita Golkar – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) TB Ace Hasan Syadzily mengingatkan para kepala daerah agar mampu membaca dinamika geopolitik global, khususnya rivalitas yang berkembang di kawasan Indo-Pasifik.

Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar kebijakan pembangunan daerah tetap adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis dan selaras dengan agenda pembangunan nasional.

Hal itu disampaikan Ace Hasan saat membuka Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III bertema “Kepemimpinan Daerah yang Tangguh di Era Geopolitik Global dan Disrupsi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045” di Kantor Lemhannas, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Ace Hasan mengatakan, rivalitas geopolitik di kawasan Indo-Pasifik kini semakin memengaruhi arah kebijakan ekonomi, stabilitas keamanan, hingga keseimbangan sosial, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Karena itu, menurutnya, para kepala daerah dituntut mampu memahami perkembangan global dan menyelaraskannya dengan program prioritas di daerah masing-masing sesuai rencana pembangunan daerah.

“KPPD hadir sebagai sarana pembelajaran strategis untuk memperkuat kemampuan analisis geopolitik, ketahanan nasional, dan kepemimpinan visioner,” katanya, dikutip dari RM.

Ia menjelaskan, KPPD diselenggarakan sebagai instrumen strategis untuk menumbuhkan karakter kenegarawanan, memperdalam wawasan kebangsaan, serta meningkatkan pemahaman terhadap lingkungan strategis guna memastikan implementasi Asta Cita berjalan secara konsisten dan terintegrasi.

“Ini bukan sekadar teori, tapi juga pengalaman langsung melihat praktik pelayanan publik terbaik,” tuturnya.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Lemhannas RI, Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), dan Kementerian Dalam Negeri.

Kegiatan dibagi ke dalam tiga tahap, yakni pembekalan selama empat hari di Lemhannas RI, pembelajaran eksekutif selama enam hari di Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), serta finalisasi dan presentasi rencana aksi selama dua hari di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri.

KPPD Angkatan III diikuti oleh 25 kepala daerah yang terdiri atas 23 bupati dan dua wali kota dari berbagai wilayah di Indonesia.

Program berlangsung pada 15–28 Juli 2026. Ace Hasan berharap para peserta dapat membawa pulang perspektif baru yang berlandaskan kolaborasi lintas sektor, inovasi, dan keberpihakan pada kepentingan nasional.

Menurutnya, KPPD 2026 merupakan investasi strategis untuk memperkuat fondasi kepemimpinan daerah agar tetap tangguh dalam menghadapi persaingan global.

“Kami, Lemhannas bersama Kemendagri dan PYC, akan memonitor hasil rencana kerja dan perencanaan yang disusun para kepala daerah, untuk kemudian ditindaklanjuti agar dapat diimplementasikan secara optimal di masing-masing daerah,” pungkasnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *