Berita Golkar – Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) telah mematok target kepada mereka yang ingin menjadi Ketua DPD II Golkar kabupaten/kota di Sulsel. Syaratnya ialah bersedia untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah pada pilkada mendatang.
Hal itu disampaikan IAS saat melakukan kunjungan ke 13 daerah di Sulsel pekan lalu. Salah satu penyampaian penting dalam agenda silaturahmi dan konsolidasi tersebut, kata IAS, yakni meminta kepada kader yang ingin menjadi ketua DPD II agar punya niat untuk maju sebagai kepala daerah di wilayahnya masing-masing.
“Salah satu hal yang saya tekankan memang kepada kader yang maju jadi Ketua DPD II itu harus punya keberanian untuk maju pilkada. Kenapa? Karena ada jarak sekitar 2,5 tahun antara pileg dan pilkada,” ujar IAS (15/8/2026).
Seperti diketahui, kepengurusan DPD II Golkar se-Susel akan berakhir tahun ini. Rencananya, IAS pada September akan mengeluarkan SK Plt Ketua untuk semua DPD II Golkar daerah.
Salah satu tugas plt ketua nantinya ialah menyiapkan agenda musda di daerahnya masing-masing.
“Dengan begitu, ketua DPD II pasti akan bekerja keras saat pileg nantinya untuk menaikkan kursi di DPRD. Kenaikan kursi itu tentu akan membuat ketua DPD II yang punya orientasi maju pilkada akan lebih mudah. Makanya saya tekankan, harus punya keberanian untuk maju pilkada kalau mau jadi ketua DPD II,” jelas IAS.
Kendati masih menunggu UU Pemilu terbaru, terkait mekanisme pilkada, IAS hanya ingi memastikan, bila kesiapan kader ialah mengarungi kontestasi politik dengan model apapun.
“Artinya itu kan salah satu dorongan. Kan kalau memang serius mau maju pilkada, harus kerja keras di partai,” tegasnya, dikutip dari RakyatSulsel.
Sedangkan, terkait dirinya yang diisukan akan maju di Pilgub Sulsel, IAS belum mau bersikap. Untuk saat ini, dirinya hanya ingin memastikan struktur kepartaian terbentuk hingga akar rumput dan memastikan kader bekerja sesuai dengan visi-misi partai.
“Seperti pada saat saya turun ke daerah minggu lalu, mereka ada yang teriak ‘Golkar memang, IAS gubernur’. Saya sampaikan ke mereka, sudahi sebut IAS gubernur. Itu semua akan otomatis bila kita bekerja maksimal. Kerja dulu. Kita pastikan memenangkan pileg di tiap daerah dan tingkat, setelah itu baru kita bicara gubernur,” akunya. []



