Berita Golkar – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan daya saing industri kosmetik, parfum, dan wellness seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap produk perawatan diri dan kesehatan.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, sektor tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi salah satu pilar pertumbuhan industri nasional.
“Industri kosmetik, parfum, dan wellness memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi salah satu pilar pertumbuhan industri nasional. Pemerintah akan terus hadir melalui kebijakan yang mendukung, fasilitasi, dan penguatan ekosistem industri agar mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Senin (4/5/2026), dikutip dari RM.
Ia menjelaskan, dengan jumlah penduduk besar dan didominasi usia produktif, Indonesia menjadi salah satu pasar kosmetik terbesar di kawasan, sehingga prospek pertumbuhannya dinilai sangat menjanjikan.
Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jumlah pelaku industri kosmetik nasional pada 2025 telah menembus lebih dari 1.500 unit usaha, dengan lebih dari 90 persen merupakan industri kecil dan menengah (IKM).
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menekankan, pentingnya inovasi dan pemenuhan standar keamanan bagi pelaku IKM dalam menghasilkan produk berkualitas.
“IKM kosmetik harus mampu menghadirkan inovasi dan memahami standar keamanan agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing,” kata Reni saat acara Grand Opening Prioritas Wellness Indonesia di Tangerang.
Menurut dia, keberadaan fasilitas manufaktur modern menjadi faktor penting dalam memperkuat struktur industri nasional sekaligus meningkatkan kapasitas produksi yang sesuai standar global.
Reni menyebut nilai pasar industri kosmetik Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 9,74 miliar dolar AS, dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sebesar 4,33 hingga 4,37 persen. Kinerja ekspor juga meningkat dari 416,8 ribu dolar AS pada 2024 menjadi 473,8 ribu dolar AS pada 2025.
“Dengan kinerja pasar dan ekspor yang positif, industri kosmetik Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi di pasar global,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menilai, fasilitas manufaktur Prioritas Wellness Indonesia menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan sektor tersebut.
Ia mengatakan, fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat kemitraan dengan IKM, serta membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru.
Kemenperin melalui Ditjen IKMA akan terus menjalankan berbagai program pembinaan, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan sertifikasi, restrukturisasi mesin, kemitraan rantai pasok, hingga promosi dan perluasan akses pasar.
Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong penguatan merek lokal serta meningkatkan daya saing industri kosmetik, parfum, dan wellness Indonesia di pasar global. []



