Perkuat Industri Perkapalan Nasional, Menperin Agus Gumiwang Genjot Investasi dan Alih Teknologi dari Rusia

Berita Golkar – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengupayakan penguatan investasi dan alih teknologi industri perkapalan, salah satunya melalui kemitraan strategis dengan Rusia.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas industri maritim nasional, memperkuat daya saing galangan kapal dalam negeri, serta membuka peluang produksi bersama yang dapat menjangkau pasar ASEAN.

“Kerja sama industri perkapalan dengan Rusia menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas industri maritim melalui investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi produksi,” kata dia dalam pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (10/7/2026), dikutip dari Antaranews.

Menperin menuturkan kolaborasi dengan Rusia di sektor perkapalan diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri maritim nasional sekaligus memperluas akses Indonesia ke pasar ASEAN.

Indonesia memandang kerja sama tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemampuan industri kapal dalam negeri melalui pemanfaatan teknologi dan pengalaman industri global.

Menurut dia, sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki kebutuhan besar terhadap industri perkapalan yang mampu mendukung distribusi logistik, transportasi antarpulau, sektor perikanan, kegiatan energi lepas pantai, hingga pemerataan pembangunan ekonomi.

Di sisi lain, Rusia memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan industri perkapalan, mulai dari desain dan pembangunan kapal niaga hingga teknologi sistem propulsi dan rekayasa maritim.

Keunggulan kedua negara tersebut dinilai dapat saling melengkapi dalam membangun industri perkapalan yang lebih kompetitif.

Lebih lanjut, peluang kerja sama juga semakin terbuka setelah ditandatanganinya Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang diharapkan dapat memperkuat perdagangan, investasi, kemitraan industri, serta pertukaran teknologi antara Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU).

Sebelumnya, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Tri Supondy di Ekaterinburg, Rusia, Rabu (8/7/2026) mengatakan Indonesia dan Rusia memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi dalam membangun industri perkapalan yang lebih kompetitif.

Menurut dia, Indonesia menawarkan pasar yang besar dan kapasitas industri yang terus berkembang, sementara Rusia memiliki keunggulan teknologi serta pengalaman dalam pengembangan berbagai jenis kapal. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *