139 Ribu Warga Kalbar Belum Bekerja, Menteri UMKM Maman Abdurrahman Dorong Lahirnya Wirausaha Baru

Berita Golkar – Menteri UMKM Maman Abdurrahman mendorong penciptaan wirausaha baru di Kalimantan Barat untuk memperluas lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian daerah. Langkah ini dilakukan di tengah tantangan ketenagakerjaan, dengan sekitar 139 ribu penduduk Kalimantan Barat dilaporkan belum memperoleh pekerjaan.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Bursa Wirausaha Unggulan (BWU) di Universitas Tanjungpura, Pontianak. Program ini menghubungkan 1.000 mahasiswa, UMKM binaan perguruan tinggi, lembaga inkubator, dan wirausaha pemula dengan layanan pengembangan usaha.

“Program kewirausahaan diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja. Ini juga bagian dari upaya kami mengubah tantangan ketenagakerjaan menjadi peluang pertumbuhan wirausaha baru,” kata Maman dalam keterangan pers tertulis, Selasa (27 /2026), dikutip dari rri.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, per Juli 2026 sebanyak 85,3 juta penduduk atau 57,8% bekerja berada di sektor informal. Sementara itu, jumlah pengangguran nasional mencapai 7,24 juta orang.

Di Kalimantan Barat, tantangan penciptaan lapangan kerja juga dihadapkan pada masuknya lulusan baru ke pasar tenaga kerja. Sebanyak 77 perguruan tinggi di provinsi tersebut menghasilkan sekitar 32 ribu lulusan setiap tahun.

“Perguruan tinggi perlu mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha,” ucap Maman.

Selain mencetak wirausaha baru, Kementerian UMKM memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal. Salah satunya melalui kerja sama merek makanan

Di’Mr.Kriuk dengan jaringan ritel Alfamart. Kementerian juga memfasilitasi kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat dengan LLP-KUKM.

Kementerian UMKM bersama pemerintah kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat mendorong pelaku usaha bergabung dengan platform SAPA UMKM. Platform tersebut mengintegrasikan layanan pengembangan usaha dari 18 kementerian dan lembaga.

Akses pembiayaan juga diperluas melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Yakni oleh BRI, Bank Kalbar, Bank Mandiri, BNI, BTN, BSI, dan Pegadaian kepada sejumlah pengusaha muda di Kalimantan Barat.