Gandung Pardiman Sulap Pelatihan Jadi Jalan Lahirnya 405 Pengusaha Baru Gunungkidul

Berita GolkarSebanyak 405 warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Gunungkidul mengikuti program Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil yang digelar Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Santika Gunungkidul tersebut dibuka Anggota Komisi VII DPR RI Gandung Pardiman. Hadir dalam kegiatan itu Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DIY Syarif Guska Laksana dan Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Gunungkidul Supartono.

Gandung berharap pelatihan tidak berhenti pada pemberian materi, tetapi benar-benar melahirkan pelaku usaha baru yang mampu membuka lapangan pekerjaan di lingkungan masing-masing.

“Jangan hanya mengikuti pelatihan, tetapi ilmu yang didapat harus ditindaklanjuti dengan membuka atau mengembangkan usaha,” ujar Gandung, dikutip dari Cakrawala.

Pejabat Fungsional Pembina Industri Direktorat Industri Kecil dan Menengah Pangan, Furniture dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian Indra Akbar Dilana mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman dasar berwirausaha kepada peserta.

Menurutnya, keberadaan wirausaha baru diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja di Gunungkidul. Pada tahap pertama, peserta mendapatkan materi kewirausahaan, perizinan berusaha berbasis risiko dan NIB, cerita sukses pelaku IKM unggulan serta pemasaran digital.

Sementara tahap kedua yang berlangsung 20-22 Agustus 2026 diisi pendampingan teknis dan kunjungan industri. Peserta terbagi dalam tiga bidang, yakni pengolahan kue dan roti berbasis susu, batik dan eco print, serta perbengkelan dan pengelasan.

Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Furniture dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian Afrizal Haris menegaskan sektor IKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Dari sekitar 4,45 juta unit usaha di Indonesia, sebanyak 99,97 persen atau sekitar 4,43 juta merupakan IKM.

Sektor ini juga menyerap lebih dari 13 juta tenaga kerja atau sekitar 67 persen dari total tenaga kerja yang ada. Afrizal menyebut tingkat pengangguran terbuka di Gunungkidul pada Triwulan I 2026 berada di angka 2,15 persen. Karena itu, penumbuhan wirausaha baru dinilai penting untuk terus memperluas kesempatan kerja.

“Kegiatan ini bertujuan mencetak pengusaha, bukan pencari kerja. Harapannya peserta mampu menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri dan masyarakat sekitar,” katanya.

Ketua Fraksi DPRD DIY Syarif Guska Laksana meminta 405 peserta mengikuti pelatihan secara serius dan menerapkan ilmu yang diperoleh. Ia memastikan siap mendorong dukungan program Pemerintah Daerah DIY bagi pengembangan usaha masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Gunungkidul Supartono juga mengapresiasi dukungan Gandung Pardiman yang dinilai rutin mendorong program penumbuhan wirausaha baru di Gunungkidul. []