DPP, Slipi  

Idrus Marham Dukung Pernyataan Dasco, Pasar Modal Indonesia Diyakini Mampu Hadapi Tekanan MSCI

Berita Golkar – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, mendukung pernyataan Wakil Ketua DPR RI Dasco, yang meyakini pasar modal Indonesia mampu menghadapi tekanan di tengah rencana perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Menurutnya, Indonesia tidak boleh terlalu bergantung pada penilaian lembaga internasional dalam menentukan arah pembangunan ekonominya. Sehingga, dinamika yang muncul harus menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional.

“Indonesia ini bangsa besar, dengan sumber daya alam dan berbagai potensi yang kita miliki. Karena itu, kita harus betul-betul mandiri,” kata Idrus dalam keterangan persnya, Selasa (27/10/2026), dikutip dari sinpo.

Ia menegaskan, kemandirian ekonomi harus dibangun melalui penguatan berbagai sektor strategis, mulai dari pangan, energi, hingga pasar modal.

Namun, pasar modal dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan, memperkuat dunia usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, penguatan pasar modal harus menjadi bagian dari strategi besar Indonesia untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi.

“Indonesia adalah rumah besar yang harus kita bangun bersama. Untuk itu, kita memerlukan kemandirian di berbagai bidang, termasuk pangan, energi, dan pasar modal,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dasco menyampaikan keyakinannya bahwa pasar modal Indonesia memiliki fundamental yang kuat untuk menghadapi rencana perubahan klasifikasi pasar saham oleh MSCI. Pihaknya juga mengajak seluruh pelaku pasar modal untuk bersatu menghadapi tantangan dan memperkuat posisi Indonesia.

Pernyataan Dasco muncul setelah MSCI mengumumkan konsultasi atas proposal perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market pada Oktober 2026, dan MSCI menjadwalkan pengumuman keputusan final paling lambat pada 30 Juni 2027. []