Misbakhun Bongkar Batas Aman BBM Subsidi: Selama di Bawah 100 Dolar Harga Tak Naik!

Berita Golkar – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun memastikan pemerintah masih mampu mempertahankan harga BBM bersubsidi meski harga minyak dunia mengalami kenaikan akibat tekanan ekonomi global.

Menurut Misbakhun, pemerintah melalui Menteri Keuangan telah memberikan kepastian bahwa harga BBM bersubsidi tak akan dinaikan selama rata-rata harga minyak dunia masih berada di kisaran 100 dollar AS per barel.

“Sepanjang harga minyak rata-rata 100 dollar per barel, maka harga minyak tidak akan dinaikkan khususnya harga minyak yang bersubsidi,” ucapnya dalam acara pembukaan Rapimnas SOKSI di salah satu hotel di Jalan Dago Pakar Raya, Dago Pakar Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/5/2026), dikutip dari Kompas.

Dikatakan, pemerintah telah melakukan perhitungan dan memastikan subsidi energi masih aman hingga akhir tahun apabila rata-rata harga minyak tak melampui batas 100 dollar per barel.

Meski harga di pasar global sempat menembus lebih dari 100 dollar AS per barel, ia menilai bahwa kondisi tersebut masih terkendali. Pasalnya Indonesia pernah menghadapi situasi harga minyak di bawah 70 dollar per barel. “Jadi masih dalam kategori yang sangat aman untuk pemerintah untuk tetap memberikan subsidi,” ucapnya.

Jaga stabilitas nilai tukar rupiah

Selain itu, Ia juga menyinggung soal nilai tukar rupiah. Menurutnya, pemerintah bersama Bank Indonesia harus terus melakukan langkah untuk menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah kepada nilai yang sebenarnya. “Upaya yang serius Upaya untuk melakukan stabilisasi nilai tukar kepada nilai yang sebenarnya.”

“Gubernur Bank Indonesia telah menyampaikan bahwa rupiah under value, sehingga perlu membawa rupiah kepada nilai yang disebut under value itu nilai yang pastinya di mana dan itu menjadi tugas dari Bank Indonesia,” ucapnya.

Menurutnya, apabila stabilisasi nilai tukar rupiah ini belum bisa dipastikan, ia khawatir berdampak terhadap kenaikan harga barang impor, karena barang impor menjadi lebih mahal akibat tekanan kurs.

“Karena kalau tidak akan memberikan tekanan kepada inflasi terhadap barang-barang harga impor karena tekanan dari selisih harga karena kursnya yang melambung melewati harga yang normatif,” ucapnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *