DPP, Slipi  

Bahlil Lahadalia Buka Suara soal Kans Jadi Cawapres Prabowo: Partai Golkar Tak Didirikan demi Kursi Presiden

Berita Golkar – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyatakan, Partai Golkar tidak dilahirkan untuk menjadikan ketua umumnya sebagai presiden atau wakil presiden, tetapi untuk mewujudkan cita-cita negara.

Hal ini disampaikan Bahlil merespons pertanyaan soal peluangnya maju berduet dengan Presiden Prabowo Subianto pada Pemilihan Preisden 2029 mendatang.

“Partai Golkar itu lahir bukan hanya semata-mata untuk menjadikan ketua umum jadi presiden sama wapres. Tapi Partai Golkar ini lahir untuk menjadi instrumen politik negara dalam mewujudkan cita-cita negara, untuk apa? Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kesejahteraan, pendidikan, dan macam-macam. Itu maksud saya,” kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (20/10/2026), dikutip dari kompas.

Bahlil pun membeberkan, sepanjang sejarah Partai Golkar, belum ada ketua umum partai politik berlambang pohon beringin yang menjabat sebagai presiden.

“Sejak lahir tahun ’64, pemilu tahun ’71, belum pernah ada ketua umumnya yang menjadi presiden. Dan satu-satunya Ketua Umum Partai Golkar yang jadi ketua umum dulu baru jadi wapres adalah Pak Soedharmono,” ujar Bahlil.

Lagipula, menurut Bahlil, Golkar sudah punya tujuannya sendiri yakni terus menambah jumlah kursinya di DPR pada setiap gelaran pemilu.

“Nah jadi jelas ya, Partai Golkar partai yang sejak sebelum kami lahir, didirikan untuk menjadi golongan penyeimbang dari partai politik sebenarnya dulunya. Tapi pemilu ’99 reformasi harus menjadi partai politik, tapi doktrinnya, tujuannya enggak berubah, menjadi politik kesejahteraan,” kata dia.

Golkar dukung Prabowo

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengungkapkan bahwa Golkar sudah memutuskan mendukung Prabowo pada Pilpres 2029, meski belum memutuskan siapa calon wakil presidennya.

“Ya sejak tahun akhir 2024, standing position Golkar kan jelas, bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo, ya. Dan ketika ditanya, kenapa tidak sekaligus calon wakil presidennya?” ujar Doli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Doli menjelaskan, penetapan cawapres biasanya baru dilakukan menjelang pendaftaran capres-cawapres di Pilpres 2029.

Sebab, partai-partai pengusung pasti akan berdiskusi terlebih dahulu mengenai sosok cawapres yang akan mereka dukung bersama. Doli juga mengingatkan, sosok yang akan menjadi calon wakil presiden akan sangat tergantung pada sang calon presiden.

“Kan enggak mungkin kalau kami sekarang mencalonkan Pak Prabowo, di mana dalam situasi sekarang kita semua fokus untuk menjalankan pemerintahan ini, Pak Prabowo kita tanya, ‘Pak, kira-kira nanti wakil presidennya siapa?’ Pasti di ujung, gitu. Makanya sampai sekarang kalau Golkar belum mau bicara tentang wakil presiden,” tutur Doli.

Meski demikian, Doli mengakui Golkar bisa saja kembali mendukung paket Prabowo-Gibran, dengan syarat pemerintahan 2024-2029 berjalan sukses. Dia menekankan peluang Gibran untuk diusung Golkar pada 2029 masih terbuka.

“Artinya kan pemerintahan ini sukses itu pimpinannya Pak Prabowo-Gibran, patut dipertimbangkan untuk kemudian direkomendasikan bersama-sama lagi,” ucap Doli. “Tapi itu kan nanti. Kita kerja dulu, sukseskan dulu pemerintahan ini. Kami sudah putuskan Pak Prabowo calon presidennya, wakil presidennya nanti,” imbuh dia. []