Gubernur Ansar Ahmad Dorong Pariwisata Kepri Tembus Pasar Dunia Lewat Asita Travel Mart 2026

Berita Golkar – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyebut Asita Kepri Travel Mart VII 2026 menjadi momentum memperluas promosi destinasi unggulan serta potensi pariwisata lokal ke pasar domestik hingga dunia.

“Kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang kerja sama bisnis, sekaligus memperkuat daya saing pariwisata daerah,” kata Ansar saat menghadiri agenda Asita Kepri Travel Mart VII 2026, di Kota Batam, Selasa (20/10/2026), dikutip dari antaranews.

Ansar mengatakan Kepri memiliki potensi pariwisata yang besar, didukung kekayaan alam bahari, keragaman destinasi, serta warisan budaya Melayu yang menjadi identitas daerah.

Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS), kata dia, kunjungan wisatawan nusantara ke Kepri selama Januari hingga Agustus 2026 mencapai 3.145.849 orang.

Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara pada periode yang sama tercatat sebanyak 1.451.609 orang, dengan sejumlah negara asal utama, di antaranya Singapura, Malaysia, Tiongkok, India, dan Filipina.

Besarnya potensi tersebut, menurut dia, perlu diimbangi dengan strategi pemasaran yang terintegrasi serta kolaborasi yang kuat di antara para pelaku industri pariwisata.

Salah satunya melalui penguatan keterhubungan antardestinasi atau linkage tourism, sehingga wisatawan yang datang melalui Batam dapat melanjutkan perjalanan ke Bintan, Tanjungpinang, Pulau Penyengat, Karimun, dan berbagai destinasi unggulan lainnya.

“Melalui linkage tourism, kita dapat mendorong peningkatan lama tinggal dan belanja wisatawan, sekaligus memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat di berbagai daerah,” ujarnya.

Gubernur pun berharap Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghubungkan potensi destinasi dengan kebutuhan pasar. Peran ini dapat diwujudkan melalui pengembangan paket wisata terintegrasi, perluasan jaringan pemasaran, serta penguatan kemitraan usaha di sektor pariwisata.

Ia juga menilai tema yang diusung dalam kegiatan ini relevan dengan upaya memperkenalkan kekayaan budaya Melayu Kepri ke tingkat internasional.

“Warisan budaya Melayu bukan hanya menjadi identitas dan kebanggaan daerah, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik unggulan pariwisata,” ujar Ansar

Ketua DPD ASITA Kepri Eva Betty Siahaan mengatakan Asita Kepri Travel Mart VII pada 18-20 Oktober 2026 dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha perjalanan wisata dengan mitra potensial, termasuk agen perjalanan dari mancanegara.

Melalui pertemuan ini diharapkan terbuka peluang kerja sama bisnis yang dapat mendukung promosi dan pemasaran destinasi wisata Batam serta Kepri secara umum.

Ia menyampaikan kegiatan tahun ini diikuti lebih dari 62 tenant, buyers, dan sellers dari sejumlah negara serta berbagai daerah di Indonesia.

“Kami yakin kegiatan ini bisa meningkatkan daya tarik pariwisata Batam dan Kepri di mata wisatawan, sekaligus menjadi sarana membangun peluang kerja sama langsung dengan mitra bisnis yang terlibat,” kata Eva. []