Berita Golkar – Di balik kerja Fraksi Partai Golkar DPR RI, ada sejumlah nama yang memiliki perjalanan panjang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Mereka datang dari jalur organisasi kemahasiswaan, dunia profesional, hingga dunia usaha, sebelum akhirnya membangun karier di parlemen dan struktur Partai Golkar. Pengalaman tersebut kemudian mengantarkan mereka ke posisi strategis di Fraksi Partai Golkar DPR RI.
Mulai dari Muhammad Sarmuji yang tumbuh dari aktivisme mahasiswa dan kemudian menapaki jenjang organisasi hingga menjadi Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Puteri Komarudin yang membawa pengalaman sektor jasa keuangan ke dunia parlemen, hingga Gde Sumarjaya Linggih atau Demer yang berangkat dari dunia usaha sebelum menjadi salah satu legislator senior Golkar.
Ketiganya memiliki lintasan karier yang berbeda, tetapi sama-sama memiliki pengalaman panjang di parlemen dan organisasi partai. Lantas, seperti apa perjalanan karier masing-masing hingga dipercaya menempati posisi strategis di Fraksi Partai Golkar DPR RI? Berikut rekam jejak Sarmuji, Puteri Komarudin, dan Gde Sumarjaya Linggih.
Muhammad Sarmuji, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI
Perjalanan panjang dari organisasi mahasiswa hingga struktur Partai Golkar menjadi bagian penting dari rekam jejak Muhammad Sarmuji. Lahir di Surabaya pada 10 Juni 1974, Sarmuji menempuh pendidikan di Universitas Jember, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, dan menyelesaikan studinya pada 2000. Ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia dan meraih gelar master bidang administrasi bisnis pada 2006.
Kiprah organisasinya dimulai melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Sarmuji pernah menjadi Ketua Umum HMI Cabang Jember pada 1998-2000 dan kemudian melanjutkan pengabdiannya di tingkat Pengurus Besar HMI. Ia juga pernah memimpin Koperasi Mahasiswa Universitas Jember.
Setelah itu, karirnya berkembang di organisasi kepemudaan dan Partai Golkar. Sarmuji pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP AMPI, Ketua KNPI, serta Sekretaris Jenderal PP AMPG. Ia juga sempat menjadi koordinator Staf Ahli Fraksi Partai Golkar DPR RI.
Perjalanan tersebut kemudian membawanya ke parlemen. Pada Pemilu 2014, Sarmuji terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur VI dengan perolehan 57.586 suara. Di DPR RI, ia pernah bertugas di Komisi VI, Komisi IX, dan Komisi XI.
Pada 2018, Sarmuji juga dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI dan terlibat dalam pembahasan serta pengesahan Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan. Ia kembali terpilih pada Pemilu 2019 dari dapil yang sama dengan perolehan 137.110 suara.
Pengalaman panjang tersebut kemudian mengantarkan Sarmuji ke sejumlah posisi strategis di Partai Golkar. Ia pernah memimpin DPD Partai Golkar Jawa Timur sebelum dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar periode 2024-2029.
Di DPR RI periode 2024-2029, Sarmuji juga dipercaya sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI. Di luar aktivitas partai dan parlemen, ia menjabat Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Jember.
Puteri Komarudin, Bendahara Fraksi Partai Golkar DPR RI
Jika Sarmuji membangun karier dari jalur aktivisme organisasi, Puteri Komarudin memiliki lintasan yang berbeda. Sebelum masuk ke parlemen, Puteri lebih dulu berkecimpung di sektor jasa keuangan dan organisasi kepemudaan. Ia meraih gelar Bachelor of Commerce dari University of Melbourne pada 2015.
Semasa kuliah, Puteri aktif di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Australia dan dipercaya menjadi Presiden PPI Australia Ranting Universitas Melbourne periode 2013-2014. Ia juga menyelesaikan program HBX CORe dari Harvard Business School pada tahun yang sama.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Puteri memulai karier profesional sebagai Pengawas Bank Asing di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2016-2018. Setelah itu, ia masuk ke politik melalui Partai Golkar.
Pada Pemilu 2019, Puteri terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat VII yang meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta dengan perolehan 70.164 suara. Pada periode 2019-2024, ia dipercaya duduk di Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perbankan, dan perencanaan pembangunan nasional.
Selama di parlemen, Puteri juga aktif dalam diplomasi antar parlemen. Ia menjadi anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) dan dipercaya sebagai Ketua Grup Kerja Sama Bilateral DPR RI dengan Parlemen Republik Rakyat Tiongkok.
Ia juga terpilih sebagai perwakilan regional Asia-Pasifik pada Biro Perempuan Parlemen Inter-Parliamentary Union (IPU) periode 2021-2025. Di bidang kepemudaan, Puteri menginisiasi dan memimpin Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia serta dipercaya menjadi Ketua Delegasi Indonesia untuk Youth 20 Summit 2021.
Pada Pemilu 2024, Puteri kembali terpilih sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat VII dengan perolehan 142.046 suara. Di periode 2024-2029, ia kembali bertugas di Komisi XI sekaligus menjadi anggota Badan Anggaran DPR RI.
Dalam perjalanan di Partai Golkar, Puteri pernah menjabat Ketua Bidang Keuangan dan Pasar Modal DPP Partai Golkar periode 2021-2024 dan kemudian dipercaya sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Bagian Barat periode 2024-2029.
Di Fraksi Partai Golkar DPR RI, ia sebelumnya menjabat Wakil Ketua Fraksi Bidang Ekonomi dan Keuangan pada 2024-2025, sebelum dipercaya sebagai Bendahara Fraksi periode 2025-2029.
Gde Sumarjaya Linggih, Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI
Sementara itu, Gde Sumarjaya Linggih atau Demer membawa pengalaman dari dunia usaha sebelum memasuki politik. Lahir di Buleleng, Bali, 22 Oktober 1965, Demer menempuh pendidikan dasar di SD Tajun Buleleng sebelum melanjutkan sekolah di Bandung. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan kuliah dan meraih gelar sarjana ekonomi.
Selepas kuliah, Demer terjun ke dunia usaha dan dipercaya mengelola bisnis keluarganya. Ia pernah menjabat Direktur Umum PT Ganeca Prima yang bergerak di bidang produksi minuman dan properti, serta pernah dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Metafora Internasional.
Dari dunia bisnis, Demer kemudian membangun kiprah di organisasi dunia usaha dan dipercaya menjadi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali periode 2010-2015.
Perjalanan politik Demer dimulai bersama Partai Golkar. Pada Pemilu 2004, ia untuk pertama kalinya terpilih sebagai anggota DPR RI setelah memperoleh 115.064 suara. Kariernya di internal partai juga berkembang, termasuk ketika dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar pada 2009.
Di DPR RI, Demer memiliki pengalaman di sejumlah alat kelengkapan dewan, termasuk Komisi VI dan Komisi IX. Pada periode 2019-2024, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi VI DPR RI pada Oktober 2019 hingga Maret 2022.
Memasuki periode berikutnya, Demer kembali dipercaya sebagai wakil rakyat dari Bali dan tercatat telah menjalani lima periode sebagai anggota DPR RI. Selama berkiprah di Komisi VI, ia terlibat dalam pembahasan berbagai isu terkait BUMN, perdagangan, industri dan persaingan usaha, termasuk revisi UU BUMN serta RUU Larangan Praktik Monopoli.
Di internal Partai Golkar, Demer juga pernah dipercaya sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali, NTB, dan NTT DPP Partai Golkar serta menjabat Ketua DPD I Partai Golkar Bali.
Pada Agustus 2026, Demer mendapat penugasan sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI, menggantikan Sari Yuliati. Penugasan tersebut berlaku sejak 18 Agustus 2026, sementara posisinya sebagai anggota Komisi VI DPR RI tetap dipertahankan. Dengan pengalaman lima periode di parlemen dan perjalanan panjang di struktur Partai Golkar, penugasan tersebut menambah panjang rekam jejak Demer di parlemen dan organisasi partai.







